Total Quality Management
Total quality management (TQM) atau yang sering disebut dengan Manajemen Mutu Terpadu merupakan prinsip manajemen yang mengintegrasikan semua fungsi organisasi seperti pemasaran, keuangan, desain, rekayasa, produksi, pelayanan pelanggan, dan fungsi-fungsi penting terkait lain untuk difokuskan melayani kebutuhan pelanggan dan meraih tujuan organisasi.
Sistem Manajemen Mutu Terpadu ini diterapkan baik oleh perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Konsep TQM di Jepang disebut juga dengan Kaizen yang artinya peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Konsep Manajemen Kualitas Total diperkenalkan oleh Dr. W. Edward Deming, yang mendapatkan penghargaan tinggi karena membantu memperbaiki sektor ekonomi Jepang yang porak poranda setelah Perang Dunia II.
Kunci utama TQM adalah produk, pelayanan, dan proses di mana ketiga hal ini harus berjalan secara selaras di dalam organisasi. Standard Kualitas sangat ditekankan. Produk harus bagus sejak awal sehingga tidak memerlukan pengerjaan ulang. Artinya dalam proses menghasilkan produk dan jasa, prosesnya harus “berjalan dengan benar sejak awal”. Alasannya adalah, kesalahan merupakan pemborosan, barang yang harus diperbaiki setelah diproduksi juga merupakan pemborosan besar. Jadi, jika ternyata ada cacat dalam proses produksi, maka akar masalah harus dicari. Jika akar masalah sudah ditemukan, maka akar masalah itu yang harus segera diatasi. Dengan mengatasi masalah pada penyebab utama masalahnya, maka masalah yang sama tidak perlu terjadi lagi.
Proses TQM lebih menekankan pada tindakan pencegahan sehingga antisipasi akan kemungkinan gagal dipertimbangan masak-masak sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik yang paling mungkin pada saat itu. Siklus yang terkenal dalam proses TQM adalah Plan (Rencanakan), Do (Kerjakan), Check (Periksa), dan (Act) lakukan tindakan perbaikan.