Roposisi Pasar – Market Repositioning
Reposisi pasar sangat penting karena masyarakat konsumen sifatnya selalu berubah sesuai dengan kemajuan tata sosialnya. Dengan demikian strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan haruslah mengikuti perubahan yang terjadi di pasar dengan cepat dan akurat.
Kegiatan yang berkaitan dengan posisi pasar juga harus disikapi secara fleksible agar produk tidak ditinggal oleh konsumen. Tindakan ini disebut sebagai repositioning, yakni upaya untuk menempatkan dan memantapkan kembali posisi pasarnya pada benak konsumen.
Reposisi pasar dilakukan bisa dirasakan terjadi perubahan dan pergeseran dalam situasi pasar. Reposisi pasar pada umumnya dilakukan dengan mempertimbangkan hal berikut ini:
Reaksi Atas Posisi Baru Pesaing
Adanya pesaing yang ingin memposisikan produknya sejajar dengan produk lainnya yang telah unggul, tentunya perlu ditanggapi dengn melakukan repositioning. Namun dalam hal ini haruslah bersifat hati- hati dan jeli, karena tidak setiap apa yang dilakukan oleh pesaing selalu ditanggapi. Apabila hal ini dilakukan maka perusahaan akan banyak terlibat dalam persingan. Reaksi atas posisi baru pesaing baru menjadi ancaman bila pesaing telah menyatakan dengan gencar tentang produk yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan produk yang sudah ada
Mendapatkan Pangsa Pasar Baru
Pada titik tertentu tingkat persaingan menjadi jenuh sehingga perusahan harus mencari pasar konsumen yang baru dimana potensi pasarnya belum banyak yang menggarap. Dalam hal ini meskipun produknya relatif sama, maka haruslah tetap melakukan penataan kembali terhadap posisi pasarnya.
Menangkap Trend Baru
Situasi pasar tidak ada yang statis dalam arti tanpa mengalami perubahan. Berbagai model dan trend baru selalu muncul dan hal ini akan memaksa perusahaan melakukan reposisi pasar. Namun dalam hal ini harus pula dipertimbangkan bahwa tidak semua kecenderungan dan model yang berkembang selalu direspon. Apabila hal ini dilakukan akan dapat membuat binggung konsumen terhadap merek produk yang sebenarnya sudah memiliki posisi tertentu pada benak konsumen. Untuk menentukan dan mencari timing yang tepat guna repositioning adalah menjadi pertimbangan utamanya.