Personal Selling
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka)
antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu
produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman
pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba
dan membelinya. Sifat-sifat personal selling antara lain :
• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup,
langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya
segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli
sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan
pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.
Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai
kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat
mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya,
usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat
biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan
jangka panjang dengan pelanggannya. Namun karena menggunakan
armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di
samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin
sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan
biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya.
Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu
sebagai berikut :
1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan
dengan mereka.
2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi
pembeli.
3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk
perusahaan kepada pelanggan.
4. Selling, yakni mendekati, mempresentasikan dan
mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk
kepada pelanggan.
5. Servicing, yakni Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada
pelanggan.
6. Information gathering, yakni melakukan riset dan intelijen pasar.
7. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.